Sejarah Kota Jogja atau Yogyakarta part 1 | Berita Bisnis Jogja

kraton jogjaJogja suatu daerah yang istimewa, tetapi bagaimana Sejarah Kota Jogja itu sendiri??? Bahkan masyarakat sekarang mengenal nama-nama seperti Yogyakarta, Jogja, Jogjakarta, atau Yogya. Ya memang demikian, Banyak orang menyebut Yogyakarta dengan nama berbeda-beda. Orang-orang tua menyebut Ngayogyakarta, orang-orang Jawa Timur dan Jawa Tengah menyebut Jogja atau Yojo. Sekilas memang membingungkan, tetapi nama-nama tersebut hanya menunjuk pada daerah yang sama yaitu DIY. Lalu, bagaimana kisahnya Kota Yogyakarta ini terbentuk?

Berikut adabeberapa catatan perjalanan Sejarah Kota Jogja yang sekarang menjadi sebuah kota yang istimewa di Indonesia dan Dunia. Jogja terbentuk dengan ditandai berdirinya Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat tahun 1755 yang didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sri Sultan Hamengkubuwono I. Nama Resmi untuk Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat adalah Nagari Kasultanan Ngayogyakarta/Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat (The Sultanate of Yogyakarta/The State of Yogyakarta), dengan bentuk pemerintahan berupa kerajaan [1755-1945], Kerajaan Persatuan Berparlemen [1945-50]

Wilayah Kesultanan Yogyakarta pada mulanya dibagi menjadi beberapa lapisan yaitu

  1. Nagari Ngayogyakarta (teritori ibukota)Teritori Nagari Ngayogyakarta meliputi kota tua Yogyakarta (diantara Sungai Code dan Sungai Winongo) dan daerah sekitarnya dengan batas Masjid Pathok Negara.
  2. Nagara Agung (teritori utama),Teritori Nagara Agung meliputi daerah Siti Ageng Mlaya Kusuma (wilayah Siti Ageng [suatu wilayah di antara Pajang dengan Demak] bagian timur yang tidak jelas batasnya dengan wilayah Kesunanan), daerah Siti Bumijo (wilayah Kedu dari Sungai Progo sampai Gunung Merbabu), daerah Siti Numbak Anyar (wilayah Bagelen antara Sungai Bagawanta dan Sungai Progo), daerah Siti Panekar (wilayah Pajang bagian timur, dari Sungai Samin ke selatan sampai Gunungkidul, ke timur sampai Kaduwang), dan daerah Siti Gadhing Mataram (wilayah Mataram Ngayogyakarta [suatu wilayah diantara Gunung Merapi dengan Samudera Hindia]). Seluruh teritori Nagari Ngayogyakarta dan Nagara Agung memiliki luas 53.000 karya (sekitar 309,864500 km persegi).
  3. Manca Nagara (teritori luar).Teritori Manca Nagara meliputi: (1) Wilayah Madiun yang terdiri dari daerah-daerah: (a). Madiun Kota, (b). Magetan, (c). Caruban, dan (d). setengah Pacitan; Wilayah Kediri yang meliputi daerah-daerah: (a). Kertosono, (b). Kalangbret, dan (c) Ngrowo (Tulung Agung); Wilayah Surabaya yang meliputi daerah Japan (Mojokerto); Wilayah Rembang yang meliputi daerah-daerah: (a). Jipang (Ngawen) dan (b). Teras Karas (Ngawen); dan Wilayah Semarang yang meliputi daerah-daerah: (a). Selo atau Seselo (makam nenek moyang raja Mataram), (b) Warung (Kuwu-Wirosari), dan (c). sebagian Grobogan. Seluruh wilayah Manca Nagara memiliki luas 33.950 karya (sekitar 198,488675 km persegi). Selain itu masih terdapat tambahan wilayah dari Danurejo I di Banyumas seluas 1.600 karya (sekitar 9,3544 km persegi). Wilayah-wilayah Kesultanan tersebut bukan sebuah wilayah yang utuh namun terdapat banyak enclave maupun exclave wilayah Kesunanan dan Mangku Negaran.

Popularity: 11% [?]

You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Responses to “Sejarah Kota Jogja atau Yogyakarta part 1 | Berita Bisnis Jogja”

  1. hendri says:

    tambah lagi dong berita sejarahnya…thanks bro

  2. wis lengkap dereng Bos Sejarahe? sukses nih buat jogja nya.Lam kenal.

  3. bbjog says:

    @konveksi baju: lam kenal juga, udah dong liat aja lagi

Leave a Reply

Powered by WordPress | Shop Free Cellular Phones at Bestincellphones.com. | Thanks to Best CD Rates, iCellPhoneDeals.com Offers Best Cell Phone Deals. and Incinerador De Grasa